Darah Kuno : Sebuah Fan-fiction Mobile Legends

“Dr. Rooney! Dr. Rooney!”, Sebuah panggilan dari luar rumah diselingi gedoran pintu membangunkan dr. Rooney dari tidurnya.

Ah, Bruno, begitu pikirnya ketika mengenali suara teriakan anak didiknya itu. Ia bergegas ke lantai bawah ketika suara gedoran makin kencang. Ia tidak ingin di tengah malam begini, tetangga-tetangganya terusik oleh keributan dari rumahnya, walaupun mungkin sebagian sudah terjaga karenanya.

“Ada apa Bruno, larut malam begini?”, tanya dr. Rooney sambil membukakan pintu belakang rumahnya.

“Aku menemukan laki-laki ini di perbatasan, dokter”, katanya.

Sang dokter terkesiap melihat Bruno sedang memangku seorang laki-laki berbadan besar dengan penuh luka cabikan di bagian depan tubuhnya. Ia mengenakan kaos hitam yang sudah terkoyak dan jaket berwarna kuning yang kotor karena lumpur. Darahnya sudah tidak mengalir namun masih basah dan terlihat dari Bruno yang kesusahan menahan badan besarnya. Laki-laki ini tidak sadarkan diri.

“Demi Eden! Siapa ini, mengapa kau tidak membawanya ke rumah sakit?”, Dokter membuka lebar pintunya agar mereka berdua bisa masuk.

“Cepat, taruh dia di ruang operasi”, perintah dokter Rooney.

Bruno membaringkan laki-laki itu diatas kasur yang ada di dalam ruangan operasi dokter Rooney. Ruangan ini adalah salah satu bagian dari laboratorium mini yang dimiliki oleh sang dokter di rumahnya.

“Aku menemukannya tergeletak di pinggir sungai Fuscous saat aku sedang berpatroli di pinggir kota”, kata Bruno menjawab pertanyaan dr. Rooney tadi.

“Aku sedang di perjalanan ke rumah sakit ketika laki-laki ini bangun dan mengatakan “jangan ke rumah sakit”, makanya aku membawanya kesini”, jelas Bruno sambil menutup pintu belakang.

Dr. Rooney terlihat sedang memasang beberapa selang ke tubuh laki-laki misterius tadi. Laki-laki ini terlihat berumur 40 tahunan dengan jenggot hitam lebat menyatu dengan kumis mengelilingi wajahnya. Kasur ruangan operasi ini terlihat penuh dengan badan besar laki-laki ini.

“ Dia terkena luka cabikan yang cukup banyak, hewan buas sepertinya… hanya itu saja yang kau tahu?”, tanya dr. Rooney

“iya dok, hanya itu saja”, kata Bruno. Ia tidak bisa memberikan info lebih banyak karena laki-laki ini kembali pingsan setelah melarangnya untuk ke rumah sakit.

“Apakah bisa kau selamatkan dia?”, tanya Bruno.

“tergantung… tolong angkat badannya sedikit aku ingin membuka bajunya”, perintah dr. Rooney.

Bruno mematuhi perkataan dokter sekaligus penyelamatnya itu. Beberapa tahun lalu ketika ia kehilangan kedua kakinya karena sebuah insiden, Dr. Rooney menciptakan sepasang kaki buatan untuknya yang membuatnya kembali bisa berjalan.

Tidak hanya membuatnya kembali berjalan, Dr.Rooney yang merupakan ilmuwan berpengaruh bagi kerajaan Moniyan merekomendasikannya untuk menjadi seorang penjaga kota ini. Posisi yang memberikan Bruno tujuan hidup dan sebutan “Pelindung kota Antoinerei”.

“Demi Eden!”, kembali dr. Rooney terkejut dengan apa yang dilihatnya. Bruno juga ikut terkejut ketika melihat bagian belakang tubuh laki-laki ini yang penuh dengan luka. Luka cabikan yang sama namun luka di bagian punggung ini terlihat lebih lama dan hanya ada sisa darah yang mengering. Namun jumlahnya lebih banyak daripada luka di dada dan perutnya.

“Baiklah, aku akan merawatnya untuk sementara disini”, kata dr. Rooney.

“ dan satu lagi Bruno, cutimu masih banyak kan? Jangan ada rencana berpergian selama sebulan kedepan, ada petualangan baru yang menunggumu disini”, kata dr. Rooney dengan misterius sambil mempersiapkan meja operasi.

Bruno mengangguk,

“baik dok”, kata pria berambut kuning dengan gaya Mohawk ini.

Baca kelanjutannya di https://www.storial.co/book/darah-kuno

Jangan lupa bikin akun dulu ya untuk membacanya! 

Share this article
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Apakah artikel kami membantu? Share ke temanmu ya!