Pengalaman Naik KA Senja Utama Solo

Gerbong Kereta KA Senja Utama Solo

Selama tiga bulan terakhir ini, kereta api udah jadi salah satu transportasi utama gue. Bukan kereta api dalam kota seperti Commuter Line di Jakarta ya, tapi kereta api antar kota antar provinsi. Selama gue bepergian, jarang ada tulisan yang update (setidaknya tahun 2018) di internet yang menjelaskan tentang pengalaman naik kereta, padahal penting banget buat orang yang baru pertama kali naik kereta untuk menentukan pilihan kereta yang akan ia naiki. Kali ini gue akan bahas, pengalaman naik KA Senja Utama Solo.

Bulan November 2018, gue cukup sibuk karena harus bolak-balik Aceh 2 kali dan ke Bandung juga. Tanggal 4 November kemarin, setelah sampai di Bandara Soekarno Hatta, gue melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pasar Senen. Disana, gue akan memulai perjalanan Jakarta-Solo naik kereta KA Senja Utama Solo dengan kursi di kelas ekonomi premium. Tiket yang gue beli harganya 250.000 dan gue beli lewat Tokopedia karena waktu itu kebetulan sedang ada promo cashback 20%, jadinya gue dapat tiket itu seharga 200.000. Promo-promo begini berguna banget buat gue karena hampir semua perjalanan biayanya gue tanggung sendiri. Karena gue yang menanggung biaya, gue sering memilih untuk naik kereta yang kelas ekonomi. Gue cuma naik kelas eksekutif kalau biaya tripĀ ditanggung sama perusahaan.

Berbeda dengan kelas ekonomi yang biasanya gue naikin, kelas ekonomi premium KA Senja Utama dilengkapi dengan fasilitas yang lumayan banget. Fasilitas KA Senja Utama lebih bagus dan kurang lebih sama dengan KA ekonomi yang gue naikin untuk perjalanan Pekalongan-Semarang. Kursi berbentuk single seat, dengan lengan kursi yang bisa dinaik-turunkan. Semua kursi menghadap ke depan/ke belakang, kecuali kursi di tengah yang berhadap-hadapan. Tiap kursi disediakan colokan untuk mengisi daya baterai handphone, lalu dekat jendela ada semacam pengait untuk menyimpan jaket atau tas kresek.

Restorasi KA Senja Utama Solo

 

Selain kursinya yang lebih baik, di tiap gerbong disiapkan tiga TV depan/belakang. Sayangnya waktu gue naik keretanya si TV tadi nggak nyala. Tapi kalau nyala, mungkin akan diputar film tertentu buat menemani perjalanan penumpang KA. Ruang bagasi di atas kepala cukup lebar, jarak antar seat (kursi) dengan seat sebelah juga cukup luas, sehingga secara ruang, gerbong kereta ini sangat nyaman dan tidak sumpek seperti kereta ekonomi lainnya. Ditambah AC di gerbong yang sejuk, pengalaman di kereta ekonomi premium ini nyaris sama seperti menumpang kereta kelas eksekutif.

Fasilitas umum seperti toilet menurut gue juga cukup nyaman, dengan kloset duduk, sabun dan wastafel. Kantin yang terdapat di belakang gerbong 4 juga cukup nyaman dengan harga yang mengikuti standar kelas eksekutif. Harga Rp 250.000 gue rasa adalah harga terbaik untuk perjalanan panjang Jakarta-Solo yang menghabiskan kurang lebih 9 jam perjalanan. Tidak semahal kelas eksekutif tapi nyamannya menyamai kelas eksekutif.

Toilet KA Ekonomi Senja Utama Solo

Share this article
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Apakah artikel kami membantu? Share ke temanmu ya!