Pengalaman Naik Kereta Api Matarmaja

Beberapa waktu yang lalu gue naik kereta api Matarmaja kelas ekonomi rute Pekalongan-Jakarta dan sebaliknya. Bukan yang pertama sih, jadi gue udah siap-siap dengan segala ketidaknyamanan kereta kelas ekonomi. Termasuk menggunakan strategi duduk berlama-lama di gerbong kantin.

Kereta Api Matarmaja

Kereta api Matarmaja melayani rute Malang-Jakarta yang jika ditotal berdurasi 16 jam setengah. Gila gak? Duduk di kelas ekonomi 16 jam buat gue udah penyiksaan diri. Untungnya  durasi Pekalongan-Jakarta itu hanya sekitar 5 jam, jadi gue masih tahan.

Interior kereta api Matarmaja kelas ekonomi

Interior Kereta Api Matarmaja

Seperti kereta ekonomi lain yang belum direstorasi, kursi kereta api Matarmaja seperti bangku taman yang tidak ada sekatnya. Kapasitas duduknya bisa 2-2 dan 3-3. 2-2 maksudnya adalah kursi tersebut diisi oleh dua orang dan berhadap-hadapan dengan kursi didepannya yang diisi oleh dua orang juga.

Kursi Kereta Api Matarmaja

Kursi 3-3 mematuhi perintah imam sebelum salat, luruskan shaf dan rapatkan bahu. Jadi memang secara literal penumpang yang duduk di kursi 3-3 akan merapatkan bahunya seperti orang salat. Selain karena tidak ada sekat, ukuran kursi 3-3 juga cukup kecil sehingga yang duduknya paling dekat dengan jalan biasanya menselonjorkan kakinya ke samping.

Kekurangan lainnya dari gerbong ekonomi ini adalah, kursi yang tegak dan berhadap-hadapan. Kursi ekonomi itu sangat tegak dan permanen (tidak bisa diatur). Jadi sulit untuk bersender ingin tidur.

Seperti yang sudah disinggung diatas, kursinya juga berhadap-hadapan dengan jarak yang cukup sempit. Bahkan jarak duduk di angkot lebih lebar dibandingkan di kereta api kelas ekonomi. Saking sempitnya lutut kita akan beradu dengan orang yang ada di depan kita. Agar bisa selonjoran sebentar kita harus telepati dengan orang di depan agar dia mau mengalah untuk sedikit mengangkang.

Alternatif untuk ketidaknyamanan itu semua adalah dengan duduk di gerbong kantin

Baca juga: List Harga Makanan di Kereta Kelas Ekonomi dan Eksekutif

Kalau kelas ekonomi harganya pasti murah dong. Jadi kalau yang tidak pas-pasan banget budgetnya, ada baiknya menyempatkan untuk ke gerbong kantin. Sekadar meminum teh yang harganya 10 ribu dan merenggangkan kaki.

Teh Kereta Api 10.000

Tapi sayangnya, kita tidak bisa berlama-lama di gerbong kantin. Karena kalau petugas melihat makanan atau minuman kita sudah habis, kita akan ditegur oleh petugas dan disuruh untuk kembali ke tempat duduk.

Nah, kalau gue sendiri pernah melihat ada penumpang menggunakan strategi makan sebentar, lalu main hape atau tidur, terus lanjutkan makan. Jadi durasi makanannya diatur agar bisa duduk di gerbong kantin agak lama.

Nasi Ayam Kereta Api 25.000

Gue sendiri paling lama satu jam setengah dengan makan nasi goreng sedikit-sedikit agar lama duduk di kantin.

Begitulah review pengalaman naik Kereta Api Matarmaja. Keuntungannya ada di harga yang lebih murah dan mungkin untuk orang yang suka bersosialisasi, jarak kursi yang dekat memudahkan untuk saling cerita dengan orang lain. Tapi sesuai dengan harganya yang murah, kenyamanan yang ditawarkan pun tidak maksimal.

Share this article
error

One thought on “Pengalaman Naik Kereta Api Matarmaja”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Apakah artikel kami membantu? Share ke temanmu ya!