Perjalanan dari Kota Kuala Simpang Menuju ke Bandara Kualanamu

Setelah puas seminggu di rumah, gue akhirnya harus kembali ke realita pekerjaan di Solo.

By the way, salah satu alasan kenapa gue menulis adalah agar hidup orang lain bisa lebih mudah dengan baca-baca informasi yang gue tulis. Soalnya, tiap kali balik dari Jawa, gue selalu bingung, gimana caranya menuju ke Kuala Simpang. Karena nggak ada sama sekali tulisan yang ngasih tau cara yang paling efektif untuk balik ke kota asal gue.

Kali ini, gue mencoba untuk mengambil peran itu. Tapi untuk tulisan yang sekarang gue akan berbagi info bagaimana caranya berangkat dari Kuala Simpang (kota/kampung halaman gue) untuk sampai di bandara Kuala Namu, Medan. Kenapa Kuala Namu, Medan? Karena bandara itu adalah bandara terdekat dari Kota Kuala Simpang.

Naik ADT dulu

Setelah pamit ke orang tua, perjalanan dimulai dengan menggunakan transportasi elf yang berangkat dari Kuala Simpang. Kalau sedang di daerah, kami menyebutnya ADT, kendaraan berupa minibus yang bisa disebut Elf atau bahasa sundanya Elep. Waktu tempuh normal dengan mobil pribadi biasanya 3 jam. Namun, kalau naik Elf, kita harus siap-siap untuk resiko 4 jam perjalanan karena sang supir sering berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Belum lagi kalau ada kejadian penumpang terpaksa dipindahkan ke Elf lainnya seperti yang terjadi kepada gue kemarin.

Harganya tiket untuk menumpang elf ini adalah Rp 30.000. Mungkin bisa lebih murah lagi kalau kita kenal dengan supirnya. Begitulah kami, sangat komunal. Alternatif lainnya bisa menggunakan L-300 (minibus yang lebih kecil) atau naik bis antar provinsi seperti Kurnia, Pelangi, atau Anugerah. Harganya juga tidak jauh beda dengan naik Elf.

Sambung ke Stasiun Kereta Api Kota Medan

Biasanya minibus dan bus dari Aceh akan menurunkan penumpang di daerah Pinang Baris. Daerah yang seperti pintu gerbang Kota Medan, banyak bus dan angkot. Ingat pesan orang tua, di daerah ini dompet wajib disimpan di kantong depan dan tidak boleh sembarangan naik angkot karena rawan tindak kejahatan.

Gue langsung berjalan ke mesjid Pinang Baris yang tempatnya ramah untuk antar jemput dengan jasa ojek online. Tujuan selanjutnya adalah Stasiun Kereta Api Kota Medan yang letaknya dekat dengan Merdeka Walk. Sebenarnya gue bisa saja naik damri melalui Plaza Medan Fair untuk langsung sampai ke bandara, tetapi karena pernah terkena macet selama 2 jam lamanya, gue memilih untuk naik kereta api yang waktu tempuhnya hanya 30 menit dari Kota Medan ke Bandara Kualanamu.

Ketika ojek online-nya sampai, hujan langsung turun. Driver ojek-nya meminta maaf karena tidak membawa mantel dan minta untuk di cancel saja orderannya. Di tengah kebingungan mau naik apa dan hujan, tiba-tiba gue ditawari oleh tukang becak yang sedang nongkrong disitu juga. Tarifnya Rp 40.000 untuk ke Stasiun Kereta Api Kota Medan, dua kali lipat dari harga ojek online.

Karena ingin segera ke stasiun, gue akhirnya memilih untuk naik becak. Becak di Medan berbeda dengan becak di kota-kota Jawa. Disini becaknya menggunakan sepeda motor bukan sepeda kayuh. Becak seperti ini banyak sekali jumlahnya dan menjadi transportasi utama di kampung halaman gue. Beruntung juga gue memilih becak karena kursinya yang luas, serta dipasang tenda plastik sehingga tas gue tidak basah terkena hujan.

Namun, karena gue berada di kota Medan dan waktu itu sedang jam pulang kerja, gue terjebak macet. Dibutuhkan waktu hingga 40 menit hingga akhirnya sampai di Stasiun Kereta Api, padahal jaraknya hanya sekitar 10 km.

Naik Kereta ke Bandara Kuala Namu

Sampai di stasiun gue langsung bertanya ke petugas dimana tempat untuk membeli tiket kereta bandara. Gue langsung  ditemani oleh petugas untuk masuk ke dalam lift bersama calon penumpang lain. Di dalam lift, bapak-bapak calon penumpang tadi bertanya ke petugas,

“Sekarang belinya hanya bisa pakai atm ya, udah nggak bisa lagi pakai tunai?”, katanya

“Iya pak”, kata petugas.

Gue langsung kaget dong, karena gue kira masih bisa pakai pembayaran dengan tunai. Lagi-lagi kurangnya info terbaru soal moda transportasi ini. Sampai di mesin ticketing, untung saja tiketnya masih bisa dibeli menggunakan kartu debit. Jadi, di mesin ticketingnya itu ada alat geseknya sendiri untuk kita menggesekkan kartu debit/kredit kita.

source : travelholic.blogspot.com

Selain melalui mesin ticketing, tiket kereta api bandara ke Kualanamu ini hanya bisa dibeli menggunakan Voucher atau Prepaid (beli online). Nah, untuk stasiunnya sendiri menurut gue jauh lebih bagus stasiun ini dibandingkan stasiun kereta api bandara BNI City, Jakarta. Mungkin karena stasiun yang di Jakarta masih baru ya jadi belum lengkap fasilitasnya hehe.

Setelah membeli tiket dengan harga Rp 100.000, gue duduk rapi sambil menunggu kereta datang. Stasiunnya cukup lengkap dengan petugas yang ramah, atm center, cafe, toilet, musholla, hingga pusat oleh-oleh. Sekitar jam 18.20 kereta akhirnya datang dan tidak lama langsung berangkat. Hanya butuh waktu 30 menit hingga akhirnya gue sampai di bandara Kuala Namu.

Share this article
error

2 thoughts on “Perjalanan dari Kota Kuala Simpang Menuju ke Bandara Kualanamu

  1. Maaf gan numpang tanya, kalau dari kualanamu sampai aceh tamiang berapa kali naik kendaraan trus kalkulasi ongkos biayanya berapa yah?
    Begitu pun sebaliknya dari aceh tamiang ke kualanamu kendaraannya apa aja plus ongkosnya berapa?
    Hari apa yg cocok misal saya ada urusan sebentar tidak makan waktu lama, kuanalamu ke aceh tamiang dan aceh tamiang ke kualanamu, bila disesuaikan transportasi umum disana?
    Mohon pencerahannya gan

    1. Kalau saya biasanya dari kualanamu ke aceh tamiang rutenya itu
      1. Naik damri 20 rb ke medan fair.
      2. Naik gojek 15 rb ke pool sempati star
      3. Naik sempati star 70-90 (ada di traveloka sampai terminal kuala simpang).

      Untuk sebaliknya
      1. Terminal-pinang baris 70-90 bus.
      2. Gojek pinang baris-medan fair 15 rb
      3. Medan fair-kualanamu damri 20 rb

      Hari apa aja cocok kok, kalo mendekati lebaran aja sih yang biasanya macet. Estimasi perjalanan 5 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Apakah artikel kami membantu? Share ke temanmu ya!