4 Makanan Asli Pekalongan yang Enak untuk Kulineran

Beberapa waktu yang lalu, gue ditempatkan di Pekalongan oleh kantor gue. Nggak banyak yang gue eksplor di Pekalongan karena gue lebih sering nongkrong di tempat yang itu-itu aja, yakni WKWK Pekalongan (Upnormal-nya Pantura). Tapi selama gue di Pekalongan hampir 2 bulan, 4 makanan khas Pekalongan yang sering gue beli  ini bisa jadi opsi kuliner ketika kalian berkunjung ke kota batik ini.

Baca juga: Kota Pekalongan dan Drama Tinggal di Daerah Pesisir

  1. Soto Tauto

Soto Tauto Makanan Khas Pekalongan

Soto Tauto ini basisnya adalah soto bening biasa yang bisa kamu jumpai di Solo, Boyolali atau sekitarnya. Hanya saja, di Pekalongan, Soto ini dimodifikasi dengan tambahan tauco (tauto), di dalamnya. Penyajian sambal tautonya bisa diaduk di dalam soto atau hanya ditambahkan di atas soto sebagai pilihan apabila tidak ingin terlalu banyak tautonya. Percobaan pertama makan soto ini akan terasa aneh di lidah, karena rasa dan bau tauco yang sedikit menyengat. Tapi setelah beberapa kali suapan, lidah gue akhirnya bisa beradaptasi dengan soto makanan khas Pekalongan ini. Pilihan tempat makan Soto Tauto di Pekalongan yang mainstream adalah Soto Tauto Hj. Rochmani dengan kisaran harga Rp 20.000-an.

  1. Nasi Megono

Nasi Megono Makanan Khas Pekalongan

Kuliner Pekalongan pertama yang gue coba adalah Nasi Megono. Megono sendiri adalah campuran parutan kelapa dan nangka muda dengan bumbu-bumbu tertentu. Bisa dimakan dengan nasi dan lauk lainnya. Rasanya biasa saja sebenarnya, tetapi kalau berkunjung ke Pekalongan, kuliner ini jadi makanan yang wajib untuk dicicipi.

Baca Juga : List harga Makanan di Kereta Kelas Ekonomi dan Eksekutif

  1. Pindang Tetel

Pindang Tetel Makanan Khas Pekalongan

Pertama kali lihat namanya, gue kira ini adalah makanan dengan ikan pindang. Sampai akhirnya, penjual makanan ini mengoreksi gue jika nama makanan ini berasal dari kata tetelan iga sapi. Sedangkan kata “Pindang” sendiri merujuk pada singkatan dari “Paling enak daging” . Gue agak sulit membedakan makanan ini dengan rawon karena sama-sama berkuah hitam dan rasanya pun hampir sama. Yang membedakannya makanan khas Pekalongan satu ini dari Rawon adalah, dalam kuah pindang tetel dicampur kerupuk usek (melarat) yang sebenarnya agak kenyal. Kerupuk ini katanya digoreng tidak memakai minyak, melainkan memakai pasir panas.

  1. Pecak Ikan Asap Pemalang

Pecak Ikan Asap Pemalang

Pemalang memang bukan Pekalongan, namun dua kota ini bersebelahan. Kuliner ikan asap ini juga digandrungi di Pekalongan. Gue sendiri nggak tahu apakah ikan ini dibuat pakai asap atau digoreng, tetapi penyajiannya cukup unik. Ikan akan diambil lalu diletakkan di atas gilingan sambal cobek, lalu digiling seperti ayam penyet. Rasa ikan yang segar bercampur dengan sambal cobek membuat ikan ini terasa spesial di lidah.

Baca Juga : Solo Trip ke Semarang: KA Kaligung, Hostel 31.000 dan Venom

Nah, buat kalian yang tinggal di kota Pekalongan atau sering berkunjung kesana, boleh share juga ya makanan khas Pekalongan yang kalian sukai, atau tempat makan di Pekalongan yang biasa kalian datangi untuk icip-icip kuliner di Pekalongan. Semoga membantu!

Share this article
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Apakah artikel kami membantu? Share ke temanmu ya!