Pengalaman Solo Backpacker ke Singapura dan Malaysia

Solo Backpacker tahun 2015 lalu itu sampai sekarang belum ada tulisannya. Sudah 4 tahun yang lalu (damn, time surely flies) dan untuk detail harga dan titik berpindahnya gue sudah banyak lupa.

Alasan gue nulis cerita ini mungkin sekedar sharing bagaimana Solo backpacker itu. Enaknya apa dan gak enaknya dimana. Dari Persiapannya sampai akhir. Dan sebagai pengingat cerita jalan-jalan gue disana.   

Balik ke topik, yang masih gue ingat, perjalanan itu jadi alasan buat gue bikin Instagram. Lalu, gue cuma menghabiskan 1,5 juta (include tiket pesawat)+ 500 ribu untuk senang-senang di Penang (soalnya gue udah ngirit habis-habisan di Singapura dan KL).

Setelah perjalanan gue ke India, gue bertekad untuk tetap ke luar negeri di bulan Januari tiap tahunnya. Ternyata cuma berhasil di tahun berikutnya saja.

Baca juga: Gila-gilaan Tinggal di India dengan orang Indonesia

Januari 2016 gue KKN di Majalengka, Januari 2017 sidang skripsi di Jatinangor, 2018 pengangguran di Jakarta, 2019 terdampar di Pekalongan.

Solo backpacker ke Singapura dan Malaysia ini pun terjadinya dadakan. Gue rencananya mau beli tiket untuk pulang ke Aceh saat liburan semester. Nah, gue lihat harga tiketnya itu udah mahal, sekitar 1 jutaan.

Iseng, gue kepikiran gimana kalau gue balik ke Acehnya lewat Singapura dulu. Cek harga tiket Jakarta-Singapura sekitar 300-an, murah banget kan.

Gue cari lagi Singapura-Medan (Walaupun pulang ke Aceh, bandara terdekatnya Kuala Namu), Harganya 600-an. Gue pikir kalau gue jalan-jalan dulu bisa nih, tapi Singapura itu serba costly sedangkan budget pulang kampung gue gak cukup.

Akhirnya gue menemukan alternatif dengan pulang lewat Penang-Medan yang harga tiketnya 400-an dengan menambahkan destinasi Kuala Lumpur juga. Alhasil, budget yang diharapkan turun malah nambah.

Sebagai solo backpacker pemula penting banget untuk mempersiapkan segala hal dengan matang. Gue lalu bikin itinerary, nyusun budget segala macam akhirnya dapat budgetnya 1,5 juta untuk 5 hari (udah termasuk tiket PP dan penginapan).

Iya, rute Jakarta-Singapura, Singapura-Kuala Lumpur, Kuala Lumpur-Penang, Penang-Medan memang lebih mahal daripada rencana pertama yang habis 900-an. Cuma kalau rencana pertama gue cuma dapat Singapura lalu langsung ke Medan, dengan rencana kedua gue dapat 3 destinasi dengan nambah 600 ribu saja selama 5 hari. Cost and benefit saudara-saudara.

Lalu, bagaimana gue menutup gap dana pulang kampung dengan rencana gue? Gue akhirnya jualan gorengan, hehe. Jadi sejak semester 2 itu gue udah suka jualan, mulai pulsa, makanan, nawarin orang langganan koran, nawarin orang ikut les, dll.

Selama 3 bulan terkumpul uangnya. Uang lebihnya gue beliin tas, topi koboi dan novel.

Solo Backpacker pemula siap berangkat!
Solo Backpacker pemula siap berangkat!

Ringkasan perjalanan Solo Backpacker (akan diberi detail di post selanjutnya)

Jakarta-Singapura

Pesawat Wings Air, 300an, tidak ada bagasi, berangkat malam sekitar jam 10. Jadi gue masukin tas jinjing, barang-barang lain ke dalam tas carrier yang baru gue beli itu. Tujuannya biar gak ada bagasi.

Singapura-KL

Menginap di bandara Changi yang sangat pewe. Paginya gue naik MRT (Semacam KRL di Jakarta) ke Patung Singa. Makan di Chinatown (gue lupa namanya), siang istirahat di masjid sekalian mandi. Sore ke Marina Bay.

Magrib naik bis (2 dolar) ke Johor baru, masuk Malaysia. Berhenti di terminal Johor Baru dan makan malam. Tidur di musholla sebentar, jam 2 malam naik bis ke Kuala Lumpur (sekitar 130 ribu-an).

KL-Penang

Pagi sampai, ke Mcd, kabarin orang rumah udah di KL. Taruh tas di terminal Kuala Lumpur, terminalnya menyatu dengan Stasiun. Berangkat ke Batu Cave. Siangnya ke masjid negaral (Seperti Istiqlal). Sore ke Petaling Street. Malamnya berangkat naik sleeper train ke Penang (sekitar 300ribu-an).

Penang-Medan

Sampai Penang ke Mcd lagi karena butuh internet untuk cari penginapan. Menginap tiga malam di daerah love lane. Harganya cukup murah, kalau ditotal sekitar 150 ribu untuk 3 malam.

Hari ketiga naik Sriwijaya Air ke Medan, tiketnya 400 ribu-an.

Total:

300+100+130+300+400+150= 1.380.000 (estimasi segini)

Tapi kan, hitung-hitungan gue banyak pakai “an”, 300 ribuan, dsb. Gue ingatnya gue habis 1,5 juta untuk trip ini. Itu diluar gue makan, jajan, beli oleh-oleh di Penang.

Walaupun tidak terlalu informatif semoga di tulisan berikutnya bisa gue jabarin satu-satu.

Share this article
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Apakah artikel kami membantu? Share ke temanmu ya!