Makanan Murah di Perjalanan : Soto Lamongan, CFC dan Indomie Goreng Basah khas Aceh

Masih ada beberapa jam lagi sebelum check-in ke Bandara Adisutjipto Jogja. Gue lalu jalan sedikit sambil mencari makanan yang lebih sesuai dengan kondisi kantong. Akhirnya menemukan semacam foodcourt dekat pintu masuk bandara Adisutjipto. Gue lihat beberapa pengunjungnya mengenakan seragam petugas bandara. Jadi feeling gue, kalau petugas bandara makan disitu, biasanya pasti murah. Logikanya sama ketika menemukan foodcourt di basement mall yang biasanya diisi sama karyawan-karyawan mall (tapi gue nggak menyarankan untuk makan di kantin karyawan mall ya).

Sampai disana, pilihan makanan yang tersedia cukup banyak di tempat makan yang murah, ada nasi rawon, nasi padang, hingga menu khas Jogja, nasi Gudeg. Gue memesan Soto lamongan (lah?), karena lagi pengen soto. Harganya Rp 20.000 dan Aqua Rp 3.000, cukup murah untuk makanan di kawasan bandara. Tapi gue pernah makan yang lebih murah sih, waktu di Soekarno Hatta, ada promo Circle K, cukup mengeluarkan uang Rp 12.000 saja buat dapat Hot Dog dan Aqua 330 ml.

Seperti yang gue ceritain di Solo-Bandung naik KA Pasundan, gue masih penasaran banget dengan CFC yang harganya Rp 10.000. Pas di Stasiun Solo Balapan, gue kembali gagal karena top up gopay yang pending. Sekarang baru rezeki anak soleh, gue menemukan gerai CFC di bandara Adisutjipto dan promonya masih sama. Pembayaran dengan metode Go-pay hanya Rp 10.000, gue udah dapat 1 nasi dan 2 ayam. Akhirnya gue beli untuk makan di pesawat, karena perjalanan pesawat Jogja sekitar 2 jam 30 menit.

Sampai di Medan, gue langsung pesan ojek online ke Pool bus Kurnia untuk melanjutkan perjalanan ke Aceh via bus. Sampai disana masih ada waktu sekitar 1 jam sebelum berangkat. Akhirnya gue memutuskan untuk mampir ke rumah makan dekat pool bus Kurnia. Gue memesan indomie goreng basah khas aceh. Cara pesannya sih cukup bilang, “indomie goreng basah, bang ya”. Indomie ini bukan Indomie instan rasa mie aceh, konsepnya sih sama tapi yang ini lebih orisinil. Jadi yang dipakai itu Indomie rasa ayam bawang, terus dicampur sama bumbu mi aceh, kuahnya rada becek gitu (mie goreng tapi basah).

Kalo orang Surabaya cobain, dia bakalan bilang rasanya “mantap puooll!”. Disini juga kelihatan kalau konsep Indomie rebus di Aceh dan di Jawa itu berbeda. Kalau di Jawa, kita taunya indomie rebus polos biasa, kadang tambah telur atau topping lain. Kalau di Aceh, yang dinamakan indomie itu, indomie dengan bumbu mi aceh dan topping lainnya seperti sayur dan telur. Setelah selesai makan, gue pun melanjutkan jalan pulang ke Aceh

Share this article
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Apakah artikel kami membantu? Share ke temanmu ya!